Tata Cara Bayar Fidyah Sesuai Ketentuan Syariah Islam

Tata cara bayar fidyah dalam Islam. Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu amalan wajib yang harus dilakukan oleh umat Islam. Kewajiban tersebut bahkan menjadi Rukun Islam nomor 3 yang pelaksanaannya berada setelah kewajiban melaksanakan sholat lima waktu. Berdasarkan kewajiban tersebut maka sudah sewajarnya setiap Muslim melakukan ibadah puasa dengan semaksimal mungkin. Namun terkadang dalam pelaksanaannya terdapat beberapa halangan yang membuat seseorang tidak dapat berpuasa secara penuh.

Oleh karena itu, untuk mengganti kekurangan puasa tersebut dapat dilakukan dengan mengikuti tata cara membayar fidyah yang sesuai dengan ketentuan syariah Islam. Pada artikel ini akan dibahas beberapa hal terkait fidyah. Namun sebelum membahas tata cara bayar fidyah, pertama akan dibahas tentang orang-orang yang diijinkan untuk mengganti kewajiban berpuasa dengan membayar fidyah.
cara bayar fidyah dengan beras,perhitungan bayar fidyah,cara bayar fidyah ganti puasa,bayar fidyah orang meninggal,tata cara bayar fidyah untuk ibu hamil,tata cara bayar fidyah puasa ramadhan,

Baca Juga : Cara Membayar Fidyah Puasa Dengan Uang Bagi Yg Sakit

Mengganti kewajiban berpuasa memang dapat dilakukan dengan membayar fidyah, namun hal ini tidak berlaku untuk semua orang yang berhalangan. Terdapat beberapa kategori halangan yang memungkinkan seseorang mengganti kewajiban puasanya dengan membayar fidyah. Orang yang terhalang untuk berpuasa di bulan Ramadhan karena mengalami sakit yang sudah bertahun-tahun masuk dalam kategori tata cara bayar fidyah. Sakit yang dialami selama bertahun-tahun membuat penderitanya tidak mampu mengganti kewajiban puasa di luar bulan Ramadhan. Oleh karena itu, penderita sakit yang sudah menahun mendapat keringanan dengan membayar fidyah.

Selain disebabkan karena sakit, beberapa ulama juga berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui juga dapat mengganti puasanya dengan membayar fidyah. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa masa kehamilan yang memakan waktu 9 bulan ditambah masa menyusui yang kurang lebih berlangsung selama 2 tahun membuat wanita tidak dapat melaksanakan puasa di bulan Ramadhan secara maksimal.
Pada dasarnya beberapa wanita hamil dan menyusui masih mampu melaksanakan ibadah puasa, namun untuk menghindari kekurangan asupan gizi pada janin dan bayi maka mengganti puasa dengan fidyah dirasa menjadi pilihan yang terbaik.

Setelah mengetahui kriteria dalam tata cara bayar fidyah, selanjutnya akan dibahas tentang tata cara bayar fidyah yang sesuai dengan syariat Islam. Fidyah merupakan salah satu cara mengganti puasa di bulan Ramadhan dengan memberikan makan kepada fakir miskin. Perhitungan dari pembayaran fidyah sendiri didasarkan pada porsi makan dari orang yang bersangkutan. Seperti yang diketahui bahwa setiap orang memiliki porsi makan yang berbeda, oleh karena itu, untuk memberikan kemudahan ditentukanlah besaran fidyah setiap harinya 1 kg beras atau jika dikonversikan dalam nominal berkisar Rp 15.000.   

Dalam tata cara bayar fidyah dijelaskan bahwa pembayarannya tidak harus dilakukan secara langsung oleh orang yang berhutang puasa, melainkan dapat diwakilkan bahkan melalui lembaga tertentu. Hal tersebut dimungkinkan selama pembayaran fidyah tersebut dapat tersalurkan dengan baik. Namun jika Anda tetap ingin melakukan penyalurannya secara pribadi, maka pastikan Anda orang yang menerimanya benar-benar orang yang kekurangan.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Entri Populer

Top  blogs DMCA.com Protection Status
Back To Top