Selasa, 04 September 2018

Cara Menagih Hutang yang Susah Bayar, Biar Masalah Tak Tambah Besar

Cara Menagih Hutang Yg Susah Bayar - Memiliki hutang tentu membuat kita terbebani, sebaliknya ketika seseorang berhutang pada Anda juga tidak selalu enak. Apalagi jika masih terhitung kerabat, tetangga atau kawan. Jika si peminjam tertib melunasi tentu tak masalah, namun jika tidak kunjung membayar dan susah sekali ditagih itu baru persoalan. Cara menagih hutang yang susah bayar membutuhkan beberapa trik dan tips tersendiri. Agar uang Anda cepat kembali dan tidak menciptakan persoalan baru yang lebih rumit.

Misalnya hutang sudah jatuh tempo, Anda tentu masih bisa member tenggang waktu, namun jika terlalu lama alamat hutang tidak akan dilunasi. Memang banyak orang yang menganggap enteng hutang, apalagi jika nilainya tidak besar. Namun hutang adalah sesuatu yang wajib dilunasi baik secara hokum formal maupun agama.
menagih hutang supaya berhasil,menagih hutang macet,menagih hutang lewat telepon,menagih hutang agar berhasil,menagih hutang menurut islam,menagih hutang bank,menagih hutang yang sopan,

Baca Juga : Tata Cara Bayar Fidyah Menurut Syariah Islam

Jika hutang diberikan oleh lembaga seperti bank, koperasi simpan pinjam, BMT, maupun lembaga yang lain tentu lembaga sudah memiliki mekanisme untuk mengatasi hutang yang susah bayar tersebut. Lembaga sudah mengantisipasi dengan adanya jaminan atau agunan yang lebih dulu harus diserahkan sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman. Lembaga biasanya juga memiliki petugas debt collector yang akan mendatangi nasabah untuk menagih hutang termasuk bunganya.
Namun apabila hutang dikeluarkan oleh perseorangan dan tanpa agunan atau jaminan serta tanpa surat perjanjian pinjaman, jika terjadi persoalan maka akan susah. Alih-alih uang kita dikembalikan malah kita bisa dapat masalah. Karena itu butuh cara menagih hutang yang susah bayar agar kita bisa mendapatkan kembali uang kita tanpa menimbulkan masalah. Teknik menagih hutang yang susah bayar yang bisa Anda coba misalnya:
  • Pertama-tama beri peringatan, secara langsung dan tertulis untuk segera melunasi hutang dengan tempo tertentu (maksimal 2 minggu atau 1 bulan).
  • Dalam surat peringatan tersebut, beritahukan jika melewati tempo tersebut maka akan dilakukan tindakan.
  • Berkonsultasilah kepada keluarga si peminjam untuk mengatasi masalah hutang tersebut. Ingatlah, jika si peminjam memiliki hutang lalu meninggal dunia sebelum melunasi hutangnya, maka ahli waris harus melunasinya.
  • Buatlah pertemuan dengan si peminjam untuk mencari pemecahan masalah ketika hutang tak kunjung dibayar. Undanglah ketua RT setempat dan kedua orangtua/keluarga si peminjam untuk menjadi mediator, saksi atau penengah dalam masalah hutang-piutang tersebut.
  • Catatlah kronologis peminjaman sejak dari waktu peminjaman sampai proses penagihan dan semua kejadian yang berkaitan dengan masalah hutang piutang tersebut. Agar, Anda maupun pihak-pihak lain memiliki informasi yang tepat tentang persoalan tersebut dan tidak simpang-siur.
  • Jika semua langkah peringatan, mediasi diatas tidak mempan, Anda bisa membayar pengacara untuk mengatasi persoalan hutang piutang tersebut, yang mana adalah persoalan perdata.
Memang hutang kelihatannya bukan masalah besar, namun bisa berbuntut panjang ketika Anda selaku pemilik uang maupun peminjam tidak berhati-hati. Apalagi saat ini banyak sekali modus penipuan. Karena itu sebaiknya jika akan melakukan suatu proses hutang piutang lakukan dengan perjanjian tertulis yang diketahui kedua belah pihak dan saksi-saksi. Dalam perjanjian tersebut juga terangkan apabila terjadi kesulitan dalam membayar dan bagaimana cara menagih hutang yang susah bayar. Sehingga semua persoalan bisa diantisipasi sebelum terjadi.