Kamis, 24 Agustus 2017

Cara Membayar Fidyah Puasa dengan Uang Bagi yang Sakit

Membayar Fidyah Puasa dengan Uang - Bagi seorang Muslim, kewajiban melakukan puasa rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan. Tetapi kadang ada halangan yang membuat seorang Muslim tidak berpuasa, misalnya jika ia terkena penyakit atau halangan lain seperti menstruasi dan sebagainya. Jika Anda tidak berpuasa karena sakit yang menahun atau tidak diperbolehkan untuk berpuasa oleh dokter akibat sakit tersebut, Anda bisa membayar fidyah. Berikut ini akan kami rangkumkan tata cara membayar fidyah puasa dengan uang yang bisa dilakukan untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang Muslim.

Fidyah adalah bentuk keringanan yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk dilakukan bagi Muslim yang tidak bisa berpuasa wajib. Fidyah dilakukan dengan cara memberi makan fakir miskin. Menurut pendapat banyak ulama, fidyah biasanya dilakukan dengan memberikan satu porsi makanan beserta lauk pauknya atau bahan pangan kepada satu fakir miskin. Maka jumlahnya disesuaikan dengan hari dimana Anda tidak berpuasa. Contohnya Anda tidak berpuasa selama lima hari, maka besarnya fidyah juga diberikan sebanyak lima porsi makanan untuk lima orang fakir miskin.
cara membayar fidyah puasa dengan uang beras,membayar fidyah puasa karena sakit haid,membayar fidyah puasa ramadhan,membayar fidyah puasa bagi ibu hamil,syarat membayar fidyah puasa ramadhan,

Baca Juga : Tata Cara Membayar Fidyah Bagi Ibu Yang Menyusui

Sebagian besar ulama tidak menganjurkan cara membayar fidyah puasa dengan uang tunai. Hal ini karena bunyi ayat dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 184 yang menyebutkan bahwa membayar fidyah itu artinya memberi makan fakir miskin. Tidak ada keterangan fidyah dengan memberi uang tunai. Makanan yang dimaksud adalah bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat di daerah tersebut, misalnya gandum atau beras. Adapula yang menyebutkan memberi makan dengan satu porsi makanan yang telah masak dengan lauk pauknya, seperti contoh Anas bin Malik Ra yang memberikan roti dan daging pada fakir miskin ketika ia telah lanjut usia dan berhalangan berpuasa.

Maka tidak ada keterangan detil mengenai cara pembayaran fidyah dengan uang seperti yang dilakukan oleh beberapa Muslim agar memudahkan membayar fidyah. Menurut keterangan dari salah satu lembaga amil zakat, yaitu dompet dhuafa, membayar fidyah boleh dilakukan dengan uang tunai karena tidak ada keharusan seseorang yang tidak berpuasa memberikan fidyahnya langsung kepada fakir miskin. Jadi bisa diwakilkan melalui lembaga amil zakat yang dipercayainya.

Cara penghitungannya disesuaikan dengan kebiasaan makan orang yang memberi fidyah tersebut, misalnya dalam satu hari ia biasa makan satu porsi makanan jadi seharga 15 ribu maka sebesar itulah fidyahnya perhari. Begitu pula jika membayar fidyah dengan bahan makanan pokok.
Meski tidak ada dalil mengenai cara membayar fidyah puasa dengan uang, terutama bagi yang sakit dan tak sanggup mengganti puasanya, ada fatwa ulama dari Al Azhar dan Komisi Fatwa Kuwait yang membolehkannya. Jika Anda masih ragu membayar fidyah dengan uang, maka ada baiknya meminta pendapat ustadz atau ulama yang Anda percayai agar informasinya jelas dan detil mengenai hal ini.